Ketersediaan logistik pangan menjadi faktor krusial dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Pemerintah menegaskan stok beras nasional cukup, bersumber dari produksi dalam negeri.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Tim Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, mengatakan pemerintah telah mampu mengatasi kebutuhan pangan. Ia berharap stok di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap terjaga.
“Yang perlu atensi di daerah highlands ini adalah mereka harus mengeluarkan produk mereka, karena mereka ada produk kopi, cabai, itu terus (berproduksi), meskipun sudah bencana, tetap panen. Nah ini mohon bantuan Bapak Menteri Pertanian. Sekaligus mohon, di daerah ini diperkuat stoknya,” kata Tito.
Ia menambahkan masyarakat di dataran tinggi belum terbiasa menghadapi bencana besar.
“Biasanya logistik hanya 2 sampai 3 hari, mengharapkan nanti ada lalu lintas lancar. Begitu terputus jalan, pengalaman di Aceh Tengah Takengon, hari ketiga sudah hampir kekurangan logistik dan masyarakat mulai panik. Tapi untung cepat, waktu itu dari Bulog, Bapanas, BNPB, TNI, Polri, semua bergerak via udara,” ungkap Tito.
Sejak bencana melanda, pemerintah bersama Bulog menyalurkan bantuan pangan. Sampai 25 Januari tercatat 54,8 ribu ton beras dan 6,7 ribu kiloliter minyak goreng telah didistribusikan.
Aceh menerima 10,2 ribu ton beras dan 2 ribu liter minyak goreng. Sumut mendapat 16,3 ribu ton beras dan 3,3 ribu kiloliter minyak goreng. Sumbar menerima 6,8 ribu ton beras dan 1,35 ribu kiloliter minyak goreng.
Selain itu, program Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bencana alam menyalurkan 21,4 ribu ton beras. Aceh menerima 15,3 ribu ton, Sumut 5,1 ribu ton, dan Sumbar 1,1 ribu ton.
Tito menekankan stok beras dan minyak goreng di dataran tinggi harus diperkuat hingga tiga bulan. Ia menyebut daerah Bener Meriah, Gayo Luwes, Aceh Tengah, serta Nias sebagai wilayah yang perlu perhatian khusus.
“Gunungsitoli dari 98 kota, itu tertinggi. Sepuluh koma sekian persen adalah Gunungsitoli inflasinya,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stok pangan aman hingga enam bulan ke depan.
“Bahan pangan kami siapkan di lapangan. Itu bisa sampai 6 bulan ke depan. Untuk pangan, khususnya beras di lapangan. Insya Allah, khusus untuk pangan aman, itu bisa tertutupi 6 bulan ke depan,” jelas Amran.
Catatan Bapanas per 27 Januari menunjukkan stok beras Bulog di tiga provinsi masih 103,2 ribu ton.
Aceh menyimpan 65,3 ribu ton, Sumut 27,7 ribu ton, dan Sumbar 10,2 ribu ton. Amran menambahkan daerah yang tidak terdampak bencana sudah mulai panen, sehingga pasokan beras tetap terjaga.
Bulog mencatat serapan beras Januari 2026 mencapai 28,3 ribu ton, tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Yang terakhir, kami sudah mengirim bantuan Kementan dan Bapanas Peduli, tiga kapal ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Hanya saja, yang agak berat adalah yang kurang lebih (lahan sawah) 32 ribu hektare yang berat, tapi insya Allah kami bisa selesaikan tahun ini,” ungkap Amran.
“Kami selesaikan dulu yang 90 persen, sehingga masyarakat, petani di sana bisa berproduksi agar pangannya tidak langka ke depan,” pungkasny

Leave a Reply