Pasaman Barat — Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Kabupaten Pasaman Barat, Dr. Desman, MA, menyampaikan sambutan sekaligus pemaparan arah program kerja organisasi dalam acara pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Pasaman Barat yang berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat.
Dalam sambutannya, Dr. Desman, MA menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk satu tahun ke depan. Program tersebut akan dijalankan melalui sinergi yang kuat antara pengurus daerah, pimpinan wilayah, hingga pimpinan pusat Tani Merdeka Indonesia.
“Langkah-langkah yang akan kami jalankan untuk program satu tahun ke depan adalah membangun sinergi dengan pimpinan wilayah dan pimpinan pusat, demi memajukan petani di Kabupaten Pasaman Barat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kabupaten Pasaman Barat memiliki potensi pertanian yang sangat luar biasa dan selama ini belum dikelola secara maksimal. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan kerja bersama antara organisasi Tani Merdeka dan pemerintah daerah agar potensi tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Potensi yang sangat luar biasa di Pasaman Barat harus kita kembangkan. Kita berharap bersama pimpinan daerah, jangan sampai ada petani yang tidak merdeka, jangan sampai ada petani yang miskin, dan jangan sampai ada petani yang terabaikan,” tegasnya.
Dr. Desman juga menyampaikan bahwa amanah kepemimpinan yang diembannya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar petani dapat terpenuhi.
“Ini adalah amanah yang besar. Kita harus memastikan tidak ada lagi kelangkaan pupuk dan tidak ada lagi petani yang menderita,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD Tani Merdeka Pasaman Barat juga mengungkapkan rencana strategis di sektor hilirisasi pertanian. Salah satu program yang direncanakan adalah pengembangan hilirisasi pabrik mini CPO sawit untuk menghasilkan minyak goreng langsung di Pasaman Barat, sehingga nilai tambah hasil sawit dapat dinikmati oleh masyarakat lokal.
Selain itu, ia menyoroti potensi kelautan daerah yang dinilai belum optimal.
“Pantai kita luas, tetapi garam masih harus kita impor dari luar. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus kita benahi,” katanya.
Tak kalah penting, Dr. Desman menegaskan bahwa fokus ke depan juga akan diarahkan pada penguatan komoditas unggulan daerah, khususnya minyak nilam.
“Fokus kita selanjutnya adalah bagaimana agar harga minyak nilam stabil dan mampu menembus pasar internasional,” pungkasnya.
Melalui berbagai program strategis tersebut, DPD Tani Merdeka Kabupaten Pasaman Barat berharap dapat mendorong terwujudnya kemandirian petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply